Rabu, 13 April 2016

Penulisan Ilmiah Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Nama Kelompok :
Intan Aida Putri (13215389)
Iqbal Rachmadani (13215407)

1.   Skripsi
Judul :
Pengaruh kewajiban kepemilikan NPWP, pemeriksaan pajak dan penagihan pajak terhadap penerimaan pajak

Identitas Peneliti :
1. N a m a                  : Irna Febriyanti
2. N I M                     : 208082000035
3. Jurusan                   : Akuntansi

Abstrak :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kewajiban kepemilika NPWP, pemeriksaa pajak,   da penagihan   pajak   terhadap penerimaan pajak. Responden dalam penelitian ini adalah para pegawai pajak (fiskus) di KPP Pratama wilayah Jakarta Selatan. Jumlah pegawai pajak yang menjadi sampel penelitian ini adalah 70 pegawai pajak dari tiga Kantor Pelayanan Pajak Pratama di wilayah Jakarta Selatan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah convenience sampling, sedangkan metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban kepemilikan NPWP, pemeriksaan pajak dan penagihan pajak terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap penerimaan pajak. Variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan terhadap penerimaan pajak adalah penagihan pajak dengan nilai beta yang paling besar diantara variabel independen lainnya sebesar (0,305). Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Syahab dan Gisijanto (2008) dan Titin Vegirawati (2011).

2.  Tesis
Judul :
Evaluas Kinerja Keuangan dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kabupatenn Lembata – Provinsi  NTT

Identitas Peneliti :
Nama                                       : GREGORIUS GEHI BATAFOR
N I M                                      : 0990661048
PROGRAM STUDI              : MAGISTER MANAJEMEN

Abstrak :
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada hakekatnya merupakan salah   satu instrumen kebijakan yang dipakai sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat di daerah sesuai dengan tujuan otonomi daerah yang luas dan bertanggung jawab. Mengingat pentingnya peranan anggaran dalam pembangunan dan di lain sisi masih terbatasnya kemampuan daerah untuk menyediakan anggaran dimaksud, maka dalam  pemanfaatannya  daerah  perlu  mengetahui  kemampuan  keuangannya,  menentukan skala prioritas, efisein, efektif, dan serasi sehingga pembangunan daerah dapat dilaksanakan secara berdayaguna, berhasilguna, berkesinambungan dan berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) signifikansi perbedaan rata-rata kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Lembata pada periode I dan periode II, dan 2) signifikansi perbedaan rata-rata kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lembata pada periode I dan periode II. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lembata, dengan menggunakan data sekunder, teknik analisis yang dipergunakan adalah teknik analisis uji beda dua rata-rata terhadap variabel kinerja keuangan daerah meliputi : a. rasio kemandirian, b. rasio efektivitas, c. rasio efisiensi dan d. rasio keserasian belanja, dan variabel kesejahteraan masyarakat meliputi indikator a. pendapatan perkapita, b. tingkat pendidikan dan c. usia harapan hidup masyarakat antara periode I dan periode II.


Hasil penelitian terhadap variabel kinerja keuangan daerah menunjukkan bahwa :     1) tingkat  kemandirian  keuangan  daerah  di  periode  II  semakin  meningkat  dibanding  pada periode I, tetapi perbedaan peningkatan tersebut tidak bermakna terhadap perbedaan kinerja keuangan daerah antara periode I dan periode II. 2) tingkat efektivitas keuangan daerah di periode II mengalami peningkatan dibanding pada periode I, namun perbedaan peningkatan tersebut tidak bermakna terhadap perbedaan kinerja keuangan daerah antara periode I dan periode II. 3) tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah pada periode I lebih efisien dibandingkan dengan tingkat efisiensi pengelolaan keuangan di periode II, namun perbedaan penurunan tingkat efisiensi tersebut tidak bermakna terhadap perbedaan kinerja keuangan daerah antara periode I dan periode II, dan 4) tingkat keserasian belanja daerah pada periode II mengalami penurunan dibandingkan dengan tingkat keserasian belanja daerah pada periode I, tetapi perbedaan penurunan tersebut tidak bermakna terhadap  perbedaan kinerja keuangan daerah antara periode I dan periode II. Sedangkan hasil penelitian terhadap variabel kesejahteraan masyarakat menunjukkan bahwa : 1) tingkat pendapatan perkapita masyarakat semakimeningkat  di  periode  II dibandingkan  pada  periode  I dan  peningkatan  tersebut bermakna terhadap perbedaan kesejahteraan masyarakat antara periode I dan periode II. 2) Jumlah  masyarakat  yang  telah  mengenyam  dunia  pendidikan  semakin  meningkat  pada periode II dibandingkan pada periode I, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat pada periode I dan periode II, dan  3tingkat  usia  harapan  hidup  masyarakat  semakin  bertambah  pada  periode  II dibandingkan pada periode I, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat pada periode I dan periode II.

3.  Disertasi
Judul :
Pengembangan Model Penyelenggaraan Work-Based Learning pada Pendidikan Vokasi
Diplomasi III Otomotif

Identitas :
Nama              : BUDI TRI SISWANTO
NIM               : 07702261028
Jurusan            : Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Abstrak :
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menemukan model penyelenggaraan work- based learningpada pendidikan vokasi program Diploma III Otomotif yang dapat meningkatkan kualitas hasil belajar; (2) mengetahui luaran (output) penye- lenggaraan work-based   learning   denga mode yang   dikembangkan (3) mengetahui respon pengelola program dan manajemen perusahaan terhadap model pengembangan tersebut; dan (4) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil belajar WBL.
Penelitian R&D dan eksperimen ini dilaksanakan pada program studi Diploma III Otomotif. Penelitian dilakukan di  pusdiklat/training center pada berbagai APM (Agen Pemegang Merek) Otomotif di Jakarta, Karawang, Tangerang, Bekasi. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Diploma III program studi Teknik Otomotif  yang melaksanakan  program  pengalaman lapangan/praktik  industri  di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dua kelompok mahasiswa sebagai sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa ditentukan dengan teknik purposive sampling yang meliputi 3 PTN dan 3 PTS di DIY dan Jawa Tengah. Eksperimen dilaksanakan di lokasi pusdiklat/training center APM Jakarta, Karawang,  Tangerang,  Bekasi  padJuli   Oktober  2010  dengan  rancangan faktorial  2   1.  
Data  dikumpulkan  dengan   inventori,  lembar  pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis Validasi isi dilakukan dengan expert   judgement Validasi   konstruk   dilakuka denga analisis   faktor   dan reliabilitas  butir  ditentukan dengan  formula  Alpha Cronbach  dan  KR-20.  Data dianalisis dengan analisis deskriptif, korelasi, regresi, jalur, dan uji-t menggunakan bantuan program komputer SPSS.17. Uji kecocokan model dengan Structural Equation   Modeling   (SEM)   denga bantuan   progra LISREL   8.80,   taraf signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model WBL Rolling Terpadu cocok digunakan dalam penyelenggaraan program work-based learning Diploma III Otomotif untuk meningkatkan kualitas hasil belajar; (2) luaran (output) dari model WBL Rolling Terpadu yaitu: pengetahuan mekanik otomotif, sikap profesional, kesiapan mental kerja, dan kemandirian mahasiswa pada kelas model lebih tinggi secara signifikan dibanding kelas konvensional; (3) respon pengelola program dan manajemen perusahaan terhadap model penyelenggaraan WBL Rolling Terpadu dalam kategori tinggi,  baik dalam konsep work-based learning, penerapan dalam teknis penyelenggaraan, maupun persepsi mereka tentang WBL, dan (4) dengan analisis regresi ganda, faktor-faktor determinasi yang mempengaruhi kualitas hasil belajar WBL adalah: kinerja manajemen pengelola, budaya organisasi mahasiswa dan kualitas pembelajaran WBL. WBL Rolling Terpadu dapat dikembangkan sebagai alternatif penyelenggaraan program praktik pengalaman industri pada Diploma III Otomotif.

Minggu, 20 Maret 2016

Tugas Bahasa Inggris 1

Bilangan Netral (Neutral quantifiers)
Some dan any merupakan quantifiers yang digunakan untuk menerangkan kuantitas (quantity), jumlah dari sesuatu. Pada penggunaannya jumlah spesifik tidak dapat ditentukan. Some dam any digunakan ketika :
·         Jumlah dari sesuatu (things) itu tidak diketahui.
·         Jumlah dari sesuatu (things) itu tidak penting atau bersangkutan.
Dalam penggunaannya, some and any diikuti oleh countable nouns and uncountable nouns.
Secara umum some digunakan pada kalimat positive ( positive sentences)
·         I am going to buy some pants. Arti : saya akan membeli beberapa celana
·         I've got some apples in my basket and some water in my bottle. Arti : Aku punya beberapa apel dalam keranjang dan air dalam botol saya.
Secara umum any digunakan pada kalimat negative (negative sentences)
·         I am not  going to buy any clothes. Arti : Saya tidak akan membeli baju manapun.
·         I haven't got any apples in my basket, nor any water in my bottle. Arti : Aku tak punya apel dalam keranjang saya, atau air apapun di botol saya.

Bilangan dari Jumlah Besar (quantifiers of large quantity)
Much dan many :Much digunakan dengan kata benda hitungan non (selalu dalam bentuk tunggal), many digunakan dengan kata benda hitungan dalam bentuk jamak.
Much dan  many yang tidak sering digunakan, di zaman modern berbicara bahasa Inggris, dalam laporan afirmatif; tetapi mereka sangat umum digunakan dalam konteks interogatif dan negatif.
Contoh untuk kalimat Much dan Many sebagai berikut :
·         I have many reasons for thinking that this man is innocent is acceptable, but rather formal. Arti : Saya memiliki banyak alasan untuk berpikir bahwa orang ini tidak bersalah dapat diterima, tapi agak formal
·         How much sugar should I add to your tea? Arti : berapa banyak gula yang harus saya tambahkan ke tehmu?
More
More artinya lebih/ tambah, lagi, dan banyak. Didepan more biasanya terdapat kata some,any,no dan lain-lain, biasanya digunakan dengan kata benda jamak yang dapat dihitung atau yang tidak dapat di hitung. Berikut contoh kalimat more :
·         A lot of rain has fellen today, and there will be more tomorrow. Arti : banyak hujan hari ini dan besok akan lebih banyak lagi
·         There is more tea in the pot. Art : ada the lagi di tekotugas 2